Pengertian Farmasi PDF Print E-mail
Written by Administrator
Wednesday, 30 December 2009 20:22
Pengertian Farmasi
Farmasi adalah suatu profesi yang berkaitan dengan kesehatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan kesehatan dan kimia. Farmasi adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, dan distribusi obat. Dalam ilmu farmasi ada empat bidang yang dipelajari, yaitu farmasi klinik, farmasi industri, farmasi sains, dan farmasi obat tradisional. Kemampuan penunjang yang harus dimiliki adalah senang dan familiar dengan fisika, kimia, biologi, dan matematika; ketelitian dan kecermatan; hapalan dan kemampuan analisa; dan suka bekerjadi laboraturium.
Efek Obat Kimia :
Sekarang ini banyak orang yang bila sakit sedikit langsung minum obat. Obat yang dikonsumsi itu adalah obat-obat kimia yang punya banyak efek samping. Mereka mengkonsumsi obat kimia karena obat kimia bekerja langsung pada titik sakit tapi mereka tidak memikirkan apa efek sampingnya.
Efek samping dari obat kimia diantaranya:
1. Ginjal akan kerja berat dan bisa terjadi gagal ginjal.
2. Hati sebagai penawar raun bisa rusak karena pada dasarnya obat kan racun. Sedikit bisa menyembuhkan, tapi dalam jangka lama bisa berbahaya juga.
3. Obat-obatan kimia, biasanya berpengaruh pada pertumbuhan Gigi (munngkin saja dapat mudah kuning atau mudah rontok) & peredaran darah yg tidak normal.
febz hirochy ityu Gita
Minggu, 12 Juni 2011
INFORMASI HARGA OBAT
INFO HARGA OBAT MURAH
2010-07-18 18:36
Dalam rangka menyediakan informasi kesehatan bagi masyarakat, Telkomsel bekerjasama dengan Lembaga Anti Fraud Asuransi Indonesia (LAFAI) meluncurkan layanan informasi farmasi yang diberi nama Telkomsel Pharmacy Center. Melalui layanan tersebut, pelanggan Telkomsel dapat memperoleh informasi mengenai beragam jenis obat dengan harga yang terjangkau hanya dengan mengirimkan SMS.
VP Digital Music & Content Management Telkomsel Krishnawan Pribadi mengatakan, “Kesehatan merupakan kebutuhan utama manusia yang tak ternilai harganya. Tentunya kebutuhan akan informasi kesehatan juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari masyarakat. Kini kami menghadirkan Telkomsel Pharmacy Center agar pelanggan bisa mendapatkan segala informasi mengenai obat dengan cara yang mudah dan murah langsung di ponselnya kapan pun dan di mana pun.”
SMS Info Obat: Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Sri Indrawaty (kedua kiri) didampingi Ketua Umum Lembaga Anti Fraud Asuransi Indonesia (LAFAI) Yaslis Ilyas (paling kanan), VP Digital Music & Content Management Telkomsel Krishnawan Pribadi (kedua kanan), dan Manager Content Providers Business Management Telkomsel Aris Sudewo (paling kiri) saat mencoba layanan informasi obat melalui SMS (3/3). Telkomsel bekerjasama dengan LAFAI meluncurkan layanan informasi farmasi yang diberi nama Telkomsel Pharmacy Center yang memungkinkan pelanggan Telkomsel memperoleh informasi mengenai beragam jenis obat dengan harga yang terjangkau hanya dengan mengirimkan SMS, ketik OBAT kirim ke 9333.
Biaya obat merupakan komponen biaya terbesar pada pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rawat jalan. Untuk itu dibutuhkan suatu layanan informasi farmasi yang lengkap agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai jenis dan harga obat yang dibutuhkan secara utuh. Melalui Telkomsel Pharmacy Center yang menyediakan informasi lebih dari 11.000 jenis obat, pelanggan bisa memperkirakan harga obat sekaligus mendapatkan informasi alternatif jenis obat yang sama dengan perkiraan harga yang berbeda.
Krishnawan menambahkan, kehadiran layanan Telkomsel Pharmacy Center ini diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam memperoleh informasi mengenai obat, sehingga kini pelanggan tidak perlu mendatangi apotek atau bertanya kepada dokter, karena semua informasi sudah tersedia di ponselnya. Di samping itu, layanan ini diharapkan juga dapat membantu masyarakat untuk mengetahui fungsi dan kegunaan obat, serta harga obat yang beredar di pasaran.
Untuk memperoleh informasi jenis dan harga obat, pelanggan cukup kirim SMS, ketik OBAT, contoh: OBAT Vomitrol, lalu kirim ke 9333. Pelanggan akan menerima SMS balasan berisi nama obat, dosis penggunaan, jenis kemasan, dan harga obat. Untuk setiap SMS yang dikirim, pelanggan dikenakan biaya Rp 500.
“Selama ini masyarakat kurang memperoleh informasi yang jelas mengenai harga obat yang beredar di pasaran. Harga obat menjadi mahal karena konsumen selalu berada pada posisi yang lemah dibandingkan rumah sakit, apotek, perusahaan farmasi, atau dokter. Dengan layanan infromasi farmasi ini sekarang masyarakat bisa mengetahui harga obat yang wajar sehingga diharapkan dapat menekan biaya kesehatan yang cukup signifikan,” pungkas Ketua Umum LAFAI Yaslis Ilyas.
2010-07-18 18:36
Dalam rangka menyediakan informasi kesehatan bagi masyarakat, Telkomsel bekerjasama dengan Lembaga Anti Fraud Asuransi Indonesia (LAFAI) meluncurkan layanan informasi farmasi yang diberi nama Telkomsel Pharmacy Center. Melalui layanan tersebut, pelanggan Telkomsel dapat memperoleh informasi mengenai beragam jenis obat dengan harga yang terjangkau hanya dengan mengirimkan SMS.
VP Digital Music & Content Management Telkomsel Krishnawan Pribadi mengatakan, “Kesehatan merupakan kebutuhan utama manusia yang tak ternilai harganya. Tentunya kebutuhan akan informasi kesehatan juga menjadi bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari masyarakat. Kini kami menghadirkan Telkomsel Pharmacy Center agar pelanggan bisa mendapatkan segala informasi mengenai obat dengan cara yang mudah dan murah langsung di ponselnya kapan pun dan di mana pun.”
SMS Info Obat: Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Sri Indrawaty (kedua kiri) didampingi Ketua Umum Lembaga Anti Fraud Asuransi Indonesia (LAFAI) Yaslis Ilyas (paling kanan), VP Digital Music & Content Management Telkomsel Krishnawan Pribadi (kedua kanan), dan Manager Content Providers Business Management Telkomsel Aris Sudewo (paling kiri) saat mencoba layanan informasi obat melalui SMS (3/3). Telkomsel bekerjasama dengan LAFAI meluncurkan layanan informasi farmasi yang diberi nama Telkomsel Pharmacy Center yang memungkinkan pelanggan Telkomsel memperoleh informasi mengenai beragam jenis obat dengan harga yang terjangkau hanya dengan mengirimkan SMS, ketik OBAT kirim ke 9333.
Biaya obat merupakan komponen biaya terbesar pada pelayanan kesehatan, terutama pelayanan rawat jalan. Untuk itu dibutuhkan suatu layanan informasi farmasi yang lengkap agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai jenis dan harga obat yang dibutuhkan secara utuh. Melalui Telkomsel Pharmacy Center yang menyediakan informasi lebih dari 11.000 jenis obat, pelanggan bisa memperkirakan harga obat sekaligus mendapatkan informasi alternatif jenis obat yang sama dengan perkiraan harga yang berbeda.
Krishnawan menambahkan, kehadiran layanan Telkomsel Pharmacy Center ini diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam memperoleh informasi mengenai obat, sehingga kini pelanggan tidak perlu mendatangi apotek atau bertanya kepada dokter, karena semua informasi sudah tersedia di ponselnya. Di samping itu, layanan ini diharapkan juga dapat membantu masyarakat untuk mengetahui fungsi dan kegunaan obat, serta harga obat yang beredar di pasaran.
Untuk memperoleh informasi jenis dan harga obat, pelanggan cukup kirim SMS, ketik OBAT, contoh: OBAT Vomitrol, lalu kirim ke 9333. Pelanggan akan menerima SMS balasan berisi nama obat, dosis penggunaan, jenis kemasan, dan harga obat. Untuk setiap SMS yang dikirim, pelanggan dikenakan biaya Rp 500.
“Selama ini masyarakat kurang memperoleh informasi yang jelas mengenai harga obat yang beredar di pasaran. Harga obat menjadi mahal karena konsumen selalu berada pada posisi yang lemah dibandingkan rumah sakit, apotek, perusahaan farmasi, atau dokter. Dengan layanan infromasi farmasi ini sekarang masyarakat bisa mengetahui harga obat yang wajar sehingga diharapkan dapat menekan biaya kesehatan yang cukup signifikan,” pungkas Ketua Umum LAFAI Yaslis Ilyas.
Jumat, 10 Juni 2011
manfaat obat traditional
Cara Minum Obat Agar Manfaat Obat lebih Manjur
Banyak orang mengeluh obat yang diminum tidak manjur. Ternyata ada kuncinya agar manfaat obat tersebut jadi manjur. Bagaimana caranya?
Ilmuwan dari Oxford, Cambridge dan 2 universitas lain dari Jerman menemukan sembuh tidaknya suatu penyakit bukan hanya tergantung obatnya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pikiran.
Pasien akan lebih cepat sembuh jika dalam pikirannya tidak ada keragu-raguan tentang jenis dan khasiat obat yang dipakainya.
Hal ini dibuktikan dalam eksperimen yang melibatkan 22 relawan, para ahli membuktikan bahwa kekuatan pikiran sangat berperan dalam kesembuhan penyakit
.
Di awal eksperimen, rangsang nyeri diberikan dengan intensitas sedang melalui alat pemanas yang ditempelkan di permukaan kulit para relawan. Para relawan diminta memberi skor rasa sakit dengan rentang 0-100 dan diperoleh skor rata-rata yakni 66.
Selanjutnya para relawan mendapat obat pereda nyeri dari golongan opiat lewat injeksi intravena. Tanpa diberi tahu obat apa yang diinjeksikan, para relawan diminta menilai lagi rasa sakitnya dan ternyata rata-rata berkurang menjadi 55.
Begitu tahu bahwa obat yang disuntikkan adalah pereda nyeri, rata-rata skor rasa nyeri menjadi semakin rendah yakni 39. Penurunan intensitas nyeri ini menunjukkan bahwa dengan meyakini fungsi obat yang diberikan, pasien lebih banyak mendapat manfaat dari obat tersebut.
Demikian juga ketika para relawan diberitahu bahwa pemberian obat itu sudah dihentikan, rata-rata skor rasa nyeri kembali meningkat menjadi 64. Padahal menurut perhitungan para ahli, efek obat yang disuntikkan seharusnya masih bekerja hingga beberapa jam kemudian.
“Temuan ini menegaskan bahwa dokter tidak boleh mengabaikan pentingnya memberi informasi pada pasien tentang obat apa yang diberikan dan apa fungsinya,” ungkap salah satu peneliti, Prof Irene Tracey seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (17/2/2011).
Dokter harus jelas memberikan info ke pasien obat ini untuk apa, sehingga pasien mengerti fungsi obatnya dan ketika minum yakin akan manfaat obat tersebut sehingga memberikan efek yang lebih manjur.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Science Translational Medicine.
Banyak orang mengeluh obat yang diminum tidak manjur. Ternyata ada kuncinya agar manfaat obat tersebut jadi manjur. Bagaimana caranya?
Ilmuwan dari Oxford, Cambridge dan 2 universitas lain dari Jerman menemukan sembuh tidaknya suatu penyakit bukan hanya tergantung obatnya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pikiran.
Pasien akan lebih cepat sembuh jika dalam pikirannya tidak ada keragu-raguan tentang jenis dan khasiat obat yang dipakainya.
Hal ini dibuktikan dalam eksperimen yang melibatkan 22 relawan, para ahli membuktikan bahwa kekuatan pikiran sangat berperan dalam kesembuhan penyakit
.
Di awal eksperimen, rangsang nyeri diberikan dengan intensitas sedang melalui alat pemanas yang ditempelkan di permukaan kulit para relawan. Para relawan diminta memberi skor rasa sakit dengan rentang 0-100 dan diperoleh skor rata-rata yakni 66.
Selanjutnya para relawan mendapat obat pereda nyeri dari golongan opiat lewat injeksi intravena. Tanpa diberi tahu obat apa yang diinjeksikan, para relawan diminta menilai lagi rasa sakitnya dan ternyata rata-rata berkurang menjadi 55.
Begitu tahu bahwa obat yang disuntikkan adalah pereda nyeri, rata-rata skor rasa nyeri menjadi semakin rendah yakni 39. Penurunan intensitas nyeri ini menunjukkan bahwa dengan meyakini fungsi obat yang diberikan, pasien lebih banyak mendapat manfaat dari obat tersebut.
Demikian juga ketika para relawan diberitahu bahwa pemberian obat itu sudah dihentikan, rata-rata skor rasa nyeri kembali meningkat menjadi 64. Padahal menurut perhitungan para ahli, efek obat yang disuntikkan seharusnya masih bekerja hingga beberapa jam kemudian.
“Temuan ini menegaskan bahwa dokter tidak boleh mengabaikan pentingnya memberi informasi pada pasien tentang obat apa yang diberikan dan apa fungsinya,” ungkap salah satu peneliti, Prof Irene Tracey seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (17/2/2011).
Dokter harus jelas memberikan info ke pasien obat ini untuk apa, sehingga pasien mengerti fungsi obatnya dan ketika minum yakin akan manfaat obat tersebut sehingga memberikan efek yang lebih manjur.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan baru-baru ini dalam jurnal Science Translational Medicine.
Langganan:
Postingan (Atom)